Profil Vladimir Putin, Presiden Rusia yang Mengecam Serangan AS dan Israel
Vladimir Putin, presiden Rusia saat ini, baru-baru ini mengecam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia menganggap tindakan tersebut sebagai tindakan yang “sinis” dan melanggar norma moral serta hukum internasional. Selain itu, Putin juga menyampaikan belasungkawa atas kematian Khamenei, menggambarkannya sebagai tokoh penting yang berkontribusi besar dalam hubungan bilateral antara Rusia dan Iran.

Latar Belakang dan Pendidikan
Vladimir Vladimirovich Putin, atau dikenal dengan nama Vladimir Putin, adalah seorang politikus sekaligus presiden Rusia yang telah menjabat sejak 7 Mei 2012. Ia lahir di Leningrad, Republik Sosialis Federatif Soviet Rusia, yang kini menjadi Saint Petersburg, Federasi Rusia pada 7 Oktober 1952. Putin adalah anak dari pasangan Vladimir Spiridonovich Putin dan Maria Ivanovna Putina.
Ia memiliki dua orang kakak, yaitu Viktor dan Albert. Sayangnya, Albert meninggal saat masih bayi, sedangkan Viktor meninggal karena difteria saat Pengepungan Leningrad pada Perang Dunia II. Ibu Putin, Maria Ivanovna Putina, bekerja sebagai buruh pabrik, sementara ayahnya, Vladimir Spiridonovich Putin, adalah seorang konskrip dalam Angkatan Laut Soviet yang bertugas dalam armada submarinir pada awal 1930an.
Pendidikan Putin dimulai di Sekolah No 193 di Gang Baskov, dekat rumahnya pada 1 September 1960. Setelah itu, ia belajar bahasa Jerman di SMA Saint Petersburg 281. Pada 1970, Putin memasuki Universitas Negeri Leningrad (sekarang bernama Universitas Negeri Saint Petersburg) dan lulus pada 1975 dengan tesis berjudul “The Most Favored Nation Trading Principle in International Law.”
Karier Politik dan Militer
Sebelum menjadi presiden, Putin pernah bergabung dengan Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB), tempat ia dilatih di sekolah KGB ke-401 di Okhta, Leningrad. Ia juga pernah menjadi agen rahasia selama era Uni Soviet. Selain karier di KGB, Putin memiliki karier yang cemerlang di bidang politik.
Sebelum menjabat presiden, ia sempat menjadi perdana menteri dari 1999 hingga 2000. Jabatan itu membawanya menjadi presiden pada periode 2000-2008. Setelahnya, ia kembali menjadi perdana menteri dari 2008 hingga 2012. Pada 7 Mei 2012, Putin kembali menjabat sebagai presiden Rusia hingga saat ini. Bahkan, ia akan melanjutkan kepemimpinannya hingga tahun 2036, ketika usianya mencapai 83 tahun.
Kontribusi dan Prestasi
Sebagai presiden Rusia kedua dan keempat, pengalaman Putin tidak diragukan lagi. Selama dua kali masa jabatannya, ekonomi Rusia diklaim tumbuh pesat. GDP yang diukur dalam kemampuan belanja meningkat hingga 72 persen. Pertumbuhan ini dipicu oleh bom komoditas 2000-an, peningkatan harga minyak, dan kebijakan ekonomi serta fiskal yang dikeluarkan.
Keberhasilannya pun banyak diapresiasi. Pada 2007, dia diangkat menjadi “Tokoh Tahun Ini” oleh Majalah Time. Pada 2015, majalah yang sama menempatkannya dalam urutan pertama “Daftar Tokoh Paling Berpengaruh.” Dengan profil yang mengesankan dan kontribusi besar dalam dunia politik, Putin tetap menjadi tokoh penting di panggung internasional.












