Polisi Selidiki Pria Misterius di Pasar Minggu Jaksel

Penemuan Bayi Perempuan di Gerobak Nasi Uduk, Masih Jadi Misteri

Penemuan bayi perempuan berinisial AR di sebuah gerobak nasi uduk di ujung gang sempit Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih menjadi misteri. Kini, bayi tersebut sedang menjalani perawatan di Panti Sosial Asuhan Anak Balita (PSAA) Tunas Bangsa, Cipayung, Jakarta Timur. Polisi masih terus menyelidiki identitas orang yang diduga meninggalkan bayi tersebut.

Kesaksian Warga Mengenai Pria Mencurigakan

Sejumlah warga mengaku melihat seorang pria mencurigakan di sekitar lokasi kejadian sebelum bayi ditemukan. Ati (53), salah satu warga setempat, mengatakan bahwa ia melihat seorang pria melintas di depan rumahnya sebelum bayi itu ditemukan. Pria tersebut memakai jaket cokelat muda dan membawa tas kain hitam. Ia menuturkan bahwa pria itu hanya terlihat sekilas, namun sekitar dua menit kemudian, pria tersebut kembali melintas tanpa membawa tas.

Menurut Ati, saat itu pria tersebut terlihat fokus dengan ponsel di tangannya. Ia tidak merasa curiga hingga menganggap pria itu merupakan kurir yang sedang mengantarkan paket ke rumah tetangganya. Ati baru menghubungkan kejadian tersebut dengan penemuan bayi pada keesokan harinya. Ia kemudian menyampaikan informasi itu kepada Marlinah, warga yang menemukan bayi tersebut di gerobak nasi uduknya.

Ati menilai sosok pria yang dilihatnya tidak tampak seperti anak berusia 12 tahun, sebagaimana tertulis dalam surat yang ditemukan bersama bayi tersebut. Menurutnya, pria itu lebih menyerupai orang dewasa berusia sekitar 20 hingga 30 tahun. Informasi ini kini menjadi salah satu petunjuk yang ditelusuri oleh pihak kepolisian.

Proses Perawatan dan Pemeriksaan Kesehatan

Bayi AR menjalani pemeriksaan dan perawatan di Puskesmas Pasar Minggu, selanjutnya diserahkan ke Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan dan dibawa ke PSAA Tunas Bangsa, Cipayung, Jakarta Timur. Kepala PSAA Tunas Bangsa, Rida Mufrida, mengatakan bahwa bayi tersebut tiba di panti pada Kamis (5/3/2026). Saat datang ke panti, kondisi bayi AR dalam keadaan sehat walafiat.

Rida menjelaskan bahwa kulit bayi tersebut tampak menguning, kondisi yang umum terjadi pada bayi yang baru lahir. Untuk membantu meningkatkan kondisi kesehatannya, bayi tersebut mendapatkan perawatan khusus di panti. Rida menambahkan bahwa bayi AR diberi susu Infantrini secara rutin setiap satu jam sekali. Berat badan bayi AR saat ini adalah 2.550 gram.

Selain pemberian susu secara rutin, pihak panti juga akan membawa bayi tersebut ke Puskesmas Kecamatan Cipayung untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan.

Peluang Adopsi untuk Bayi AR

Rida mengatakan bahwa terbuka peluang bagi calon orang tua untuk mengadopsi bayi AR. Namun, hingga kini belum ada yang mengajukan adopsi. Ia menjelaskan bahwa proses pengangkatan anak terlantar tidak sederhana karena harus melalui proses hukum di pengadilan. “Harus ada keputusan pengadilan bahwa anak ini adalah anak telantar/negara,” jelas dia.

Calon orang tua yang ingin mengadopsi anak juga harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan sosial. Salah satu syaratnya adalah usia pernikahan minimal lima tahun serta belum memiliki anak atau hanya memiliki satu anak. Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 110 Tahun 2009 dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 14 Tahun 2021 tentang pengangkatan anak.

Selain itu, calon orang tua angkat juga harus menjalani asesmen psikologis serta dinilai memiliki kemampuan ekonomi yang memadai. Calon orang tua juga diwajibkan melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari kepolisian tingkat Polda. “Untuk syarat pengangkatan anak, itu SKCK bukan setingkat Polsek atau Polres, tapi tingkat Polda,” ucapnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *