Panic Buying Muncul, DPR Minta Pertamina Jelaskan Stok BBM Nasional

Pernyataan Menteri ESDM Mengenai Stok BBM Indonesia

Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, meminta PT Pertamina (Persero) memberikan penjelasan yang lebih jelas kepada masyarakat terkait kondisi terkini cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Hal ini dilakukan setelah munculnya kepanikan di beberapa daerah akibat pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menyebutkan bahwa cadangan BBM Indonesia hanya cukup untuk sekitar 21-25 hari.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri ESDM di tengah situasi geopolitik global yang memanas, termasuk dampak konflik antara Iran dan Israel serta gangguan distribusi energi di kawasan Selat Hormuz. Menurut Rivqy, pernyataan tersebut justru memicu keresahan di masyarakat.

“Imbas dari pernyataan ini, di beberapa daerah justru menimbulkan kepanikan berlebih di masyarakat. Banyak SPBU mengalami antrean panjang dan masyarakat saling berebut BBM,” ujar politisi yang akrab disapa Gus Rivqy itu kepada wartawan.

Gus Rivqy menilai penting bagi Pertamina sebagai operator utama distribusi energi nasional untuk memberikan penjelasan yang lebih komprehensif kepada masyarakat mengenai skema ketersediaan BBM di Indonesia. Ia menegaskan bahwa komunikasi publik yang jelas sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan kepanikan yang berpotensi memicu dampak sosial di tengah masyarakat.

“Irinya, Pertamina juga ikut memberi penjelasan kepada masyarakat agar kepanikan ini tidak berkembang dan tidak menimbulkan konflik horizontal yang justru merugikan masyarakat luas,” tambahnya.

Sistem Pencadangan BBM di Indonesia

Lebih lanjut, anggota DPR RI dari Daerah Jawa Timur V menjelaskan bahwa sistem pencadangan BBM di Indonesia pada dasarnya sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dan Pertamina dalam menyediakan dana serta fasilitas penyimpanan. Menurutnya, kapasitas pencadangan kita memang sangat bergantung pada kemampuan dana dan fasilitas untuk menyimpan.

“Pernyataan tersebut tidak bisa dimaknai secara sederhana seolah cadangan BBM kita akan habis dalam waktu tertentu,” ujarnya.

Penjelasan Menteri ESDM tentang Stok BBM

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia hanya berkisar 21-25 hari. Ia menjelaskan bahwa rata-rata stok BBM nasional hanya 21-23 hari bukan karena keterbatasan pasokan energi, tetapi keterbatasan fasilitas penyimpanan atau storage.

“Kapasitas tangki yang ada belum memungkinkan penambahan cadangan dalam jumlah lebih besar. Kalau kita mau tambah, kita simpan di mana? Storage-nya memang belum cukup,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah untuk meningkatkan kapasitas storage guna memperkuat ketahanan energi nasional. Upaya tersebut dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Arahan Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage supaya ketahanan energi kita ada. Storage-nya berapa lama? Insya Allah rencana sampai dengan tiga bulan,” katanya.

Klarifikasi Pernyataan Menteri ESDM

Pernyataan Bahlil soal stok BBM tersisa 21 hari itu langsung viral dan menuai beragam reaksi dari masyarakat. Di beberapa wilayah bahkan telah terjadi antre BBM yang mengular akibat masyarakat yang panic buying.

Setelah kejadian ini viral, kini Bahlil pun menyampaikan klarifikasi soal ucapannya tersebut. Ia menjelaskan bahwa stok BBM yang dimaksud bukanlah cadangan untuk kondisi darurat, melainkan kemampuan daya tampung atau storage yang sudah dimiliki Indonesia.

Eks Menteri Investasi itu menerangkan bahwa minimal standar nasional stok BBM berada di kisaran 20-21 hari, sementara cadangan maksimalnya 25 hari. “Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Dimana rata-rata ketahanan cadangan BBM secara nasional kata Bahlil, berada di level 22-23 hari. Hal itu karena memang, Indonesia tidak memiliki storage atau tangki yang bisa menyimpan minyak untuk jangka waktu lebih panjang, atau dalam artian Indonesia memiliki keterbatasan storage.

Bahlil meminta agar informasi mengenai ketahanan stok BBM tidak disalahartikan sebagai sinyal darurat. Ia memastikan persoalan yang dihadapi berkaitan dengan infrastruktur penyimpanan, bukan ketersediaan energi di dalam negeri.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *