Wakil Bupati Buton Marah di Rumah Dinas, Kasus Mobil Jadi Sorotan

Peristiwa Menegangkan di Rumah Dinas Bupati Buton Selatan

Pada Rabu (11/3/2026), terjadi peristiwa menegangkan di rumah dinas Bupati Buton Selatan. Saat kejadian, bupati diketahui sedang berada di luar daerah. Wakil bupati, La Ode Risawal, datang ke lokasi dan memicu ketegangan karena tidak dapat menemukan keberadaan bupati.

Dalam kejadian tersebut, wakil bupati dilaporkan ingin bertemu langsung dengan bupati dan bermaksud mengambil kembali mobil dinas yang telah ia kembalikan sebelumnya ke pemerintah daerah. Namun, kedatangan wakil bupati tanpa kehadiran bupati dianggap tidak sesuai prosedur.

Awal Mula Keributan

Video yang menampilkan Wakil Bupati Buton Selatan La Ode Risawal mengamuk di rumah dinas bupati viral di media sosial pada Jumat (13/3/2026). Dalam video tersebut, wakil bupati terlihat datang bersama sejumlah orang dan diduga menendang pintu rumah dinas bupati.

Ajudan Bupati Buton Selatan, La Ode Hazaludin Didi, mengatakan bahwa dirinya menerima telepon dari bupati untuk segera mengamankan kediaman dinas tersebut. “Kejadian kemarin saya ditelepon pak bupati untuk pengamanan rumah dinas. Bupati bilang, ‘Didi ini darurat, ke rujab sekarang. Pak wakil bawa rombongan untuk mengambil paksa mobil yang ada di rujab, tolong amankan rujab,'” kata Didi kepada sejumlah media.

Alasan Mengamuk

Dalam video berdurasi sekitar tiga menit tersebut, terlihat situasi sempat memanas karena tindakan wakil bupati dihalangi oleh ajudan bupati. Hal ini memicu adu argumen di depan pintu rumah dinas antara kedua belah pihak.

Saat kejadian, Bupati Buton Selatan Adios tidak berada di tempat karena sedang melaksanakan dinas luar kota di Kendari. Wakil bupati dilaporkan tetap ingin bertemu langsung dengan bupati dan bermaksud mengambil kembali mobil dinas yang telah ia kembalikan sebelumnya ke pemerintah daerah.

Adu Argumen di Belakang Rumah Dinas

Menurut Didi, saat menerima telepon dari bupati, dirinya sedang tidak bertugas piket dan masih berada dalam perjalanan menuju lokasi. Berdasarkan informasi dari anggota Satpol PP, sopir wakil bupati sempat datang terlebih dahulu sebelum rombongan wakil bupati akhirnya masuk ke teras rumah dinas.

“Saat kejadian pak bupati lagi berada di luar kota di Kendari. Saya masuk ke dalam, sudah banyak orang. Ada yang bilang ke saya kalau pak wakil bupati ada di belakang, di pintu rumah lagi marah-marah dan menendang pintu,” ujar Didi.

Ia segera menuju bagian belakang rumah dinas dan mendapati wakil bupati sedang terlibat adu argumen dengan Kasat Pol PP. Didi menilai kedatangan wakil bupati tanpa kehadiran bupati merupakan tindakan yang tidak sesuai prosedur dan telah meminta agar permasalahan diselesaikan secara baik-baik.

“Tolong koordinasi dulu, tunggu pak bupati pulang. Kalau memang ada perintah dari pak bupati, jangan datang ke sini, kendaraan itu bahkan bisa kami antarkan,” kata dia.

Tidak Memberikan Keterangan

Wakil Bupati Buton Selatan La Ode Risawal enggan memberikan keterangan saat dikonfirmasi oleh awak media di kantornya. Ia memilih meninggalkan lokasi bersama ajudannya tanpa memberikan penjelasan rinci mengenai insiden tersebut.

“Oh iya sebentar dulu aku masih dipanggil di sana,” ucapnya sembari menuju mobil.

Profil Bupati dan Wakil Bupati

Pada periode pemerintahan terbaru hasil pemilihan kepala daerah 2024, jabatan Bupati Buton Selatan dipegang oleh Muhammad Adios dan jabatan Wakil Bupati dipegang oleh La Ode Risawal untuk masa jabatan 2025–2030.

Keduanya resmi dilantik sebagai kepala daerah oleh Presiden Republik Indonesia dalam pelantikan serentak kepala daerah di Istana Kepresidenan Jakarta pada Februari 2025.

Muhammad Adios merupakan seorang politikus yang menjabat sebagai Bupati Buton Selatan dan bertanggung jawab memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah, pembangunan, serta pelayanan publik bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Dalam posisinya sebagai kepala daerah, ia memiliki peran utama dalam merumuskan kebijakan daerah, mengoordinasikan perangkat daerah. Serta menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat guna mendorong pembangunan di Kabupaten Buton Selatan.

Kabupaten ini sendiri beribu kota di Batauga dan merupakan daerah otonom yang dibentuk pada tahun 2014 di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, La Ode Risawal menjabat sebagai Wakil Bupati Buton Selatan yang memiliki fungsi membantu bupati dalam menjalankan tugas pemerintahan daerah. Dalam struktur pemerintahan daerah, wakil bupati berperan mendampingi dan menggantikan bupati apabila berhalangan, serta membantu mengoordinasikan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

Sebagai pasangan kepala daerah hasil Pilkada, keduanya diharapkan mampu menjalankan roda pemerintahan secara sinergis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pembangunan di Kabupaten Buton Selatan selama masa jabatan lima tahun tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *