Debat Sengit Najwa Shibab dan Prabowo Soal Isu Makar, Presiden Gusar Dicecar Ini: Come On

Perdebatan Sengit Antara Prabowo Subianto dan Najwa Shihab

Momen perdebatan antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan jurnalis ternama, Najwa Shihab, menjadi sorotan utama dalam diskusi yang berlangsung beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut terjadi saat Prabowo berdiskusi dengan para jurnalis di sebuah acara yang diadakan pada Selasa (17/3/2026). Dalam sesi tanya jawab tersebut, Najwa tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertanya mengenai kritik-kritik yang dilontarkan publik terhadap pemerintahan Prabowo.

Pendapat Prabowo Mengenai Demo Rusuh

Prabowo menilai bahwa demo rusuh bukanlah bentuk kebebasan berekspresi, melainkan tindakan makar yang merusak stabilitas negara. Ia menegaskan bahwa rakyat harus bersabar jika ingin mengganti presiden, karena banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan perubahan.

“Sampai hari ini, rakyat yang di bawah itu dukung saya. Kalau memang rakyat tidak suka sama saya bisa turun ke jalan rame-rame. Tapi mereka tahu, kalau rusuh, semua negara yang rugi. Mau ganti saya, tunggu dong 2029. Jadi negara yang beradab,” ujar Prabowo.

Ia juga menyinggung tentang isu disinformasi yang sering muncul dalam berbagai isu politik. Menurutnya, ada negara-negara tertentu yang memiliki keahlian dalam menyebarkan informasi palsu, yang dapat berdampak buruk pada stabilitas negara.

“Tapi yang saya lihat, mba Nana harus objektif juga sebagai seorang tokoh bahwa distabilisasi, disinformasi itu bagian dari bernegara. Jadi ada negara-negara tertentu yang punya keahlian di situ, rezim change, come on, masa Anda enggak pernah baca?” tambah Prabowo.

Tanggapan Najwa Shihab

Najwa Shihab merespons pernyataan Prabowo dengan mengungkit demonstrasi besar-besaran yang terjadi pada Agustus 2025 lalu. Ia menanyakan apakah kritikan-kritikan terhadap pemerintah semuanya bermuara pada keinginan rezim change.

“Apakah bapak membaca kritikan-kritikan yang dilontarkan baik oleh pengamat atau dari orang-orang yang selama ini kritis terhadap pemerintah itu semuanya bermuara pada keinginan rezim change?” tanya Najwa.

Prabowo menjawab bahwa tidak semua kritikan bermuara pada keinginan tersebut, tetapi ada yang demikian. Ia juga menjelaskan perbedaan antara demo yang wajar dan yang dianggap makar.

“Yang Agustus jelas makar, dia membakar gedung DPR, kantor Gubernur, institusi pemerintahan mau dibakar that’s makar, bikin kerusuhan, bawa bom molotov, tidak ada LSM yang ribut soal bom molotov,” ungkap Prabowo.

Isu Bom Molotov dalam Demonstrasi

Perdebatan kemudian bergeser ke isu bom molotov yang disebut-sebut terlibat dalam demonstrasi Agustus 2025. Prabowo heran dengan adanya isu tersebut, sementara Najwa mengungkap bahwa media juga kritis terhadap isu tersebut.

“Ada yang protes enggak (soal bom)?” tanya Prabowo.

“Banyak pak yang protes,” kata Najwa.

“Come on, sudah lah, jujur lah, buka rekam jejaknya,” timpal Prabowo.

Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mencoba menengahi debat tersebut, tetapi Prabowo menolak untuk diinterupsi. Ia mempertahankan haknya untuk menjawab pertanyaan Najwa tanpa gangguan.

Penangkapan Mahasiswa Saat Demo

Najwa juga menyampaikan fakta bahwa ratusan mahasiswa ditangkap saat demo tersebut berlangsung. Ia menyoroti bahwa penangkapan tersebut terjadi meskipun Prabowo sebelumnya memperbolehkan rakyat untuk mendemo.

“Tapi kenyataannya pak, ratusan yang ditangkap kemarin itu kebanyakan justru mahasiswa. Ada satu penelitian yang menyebut terbesar sejak zaman reformasi penangkapan yang terjadi pada mahasiswa dan aktivis. Tapi provokatornya itu tidak pernah terungkap alih-alih dibawa ke pengadilan,” ungkap Najwa.

Prabowo merespons dengan cepat, menegaskan bahwa ia membutuhkan waktu hingga 2029 untuk membuktikan kinerjanya sebagai presiden. Ia juga menekankan komitmennya untuk melindungi rakyat dan menjaga keamanan negara.

“Ya itu tantangan kita, kita harus cari. Saya baru menjabat berapa tahun?” tanya Prabowo.

“Satu setengah tahun,” jawab Najwa.

“Masih ada waktu untuk saya membuktikan?” tanya Prabowo.

“Kami tunggu pembuktiannya pak presiden,” kata Najwa.

Prabowo kemudian menyampaikan keyakinannya bahwa dirinya akan terus bekerja keras untuk membela rakyat dan menjaga negara dari ancaman korupsi dan kejahatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *