Ziarah Haru di Makam Istri, Muhammad Suryo Berusaha Bangkit Setelah Kecelakaan
Muhammad Suryo, seorang pengusaha rokok yang dikenal sebagai bos Rokok HS, menghadapi masa sulit setelah kecelakaan maut yang menewaskan istrinya, Anis Syarifah. Dalam momen Lebaran, ia memilih untuk berziarah ke makam sang istri di Pemakaman Muslim Tajem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Namun, karena masih dalam proses pemulihan pasca-kecelakaan, ia harus terbaring di brankar saat melakukan ziarah tersebut.
Kecelakaan terjadi pada Minggu, 1 Maret 2026, ketika Muhammad Suryo dan istrinya sedang berboncengan menggunakan motor gede (moge) di Jalan Wates-Purworejo, tepatnya di Palihan, Temon, Kulon Progo. Diduga, moge yang dikendarai oleh Suryo menabrak motor Jupiter MX yang dikendarai oleh ayah dan anak. Akibatnya, Anis Syarifah meninggal dunia di tempat kejadian, sementara Suryo mengalami cedera parah dan dirawat di Jogja International Hospital.
Jenazah Anis Syarifah dimakamkan di Pemakaman Muslim Tajem, Sleman, sehari setelah kecelakaan. Dalam postingan Instagram pribadinya, @muhammad.surya.yk, Muhammad Suryo menyampaikan pesan haru kepada istrinya. Ia menunjukkan rasa sedih yang mendalam dengan air mata yang tak bisa dibendung saat melihat makam sang istri. Di tangannya terdapat seikat bunga putih sebagai tanda penghormatan.
Pesan Haru dari Hati yang Sedih
Dalam keterangan Instagram, Suryo menulis pesan yang sangat emosional:
Assalamu’alaikum, istriku Sayang. Akhirnya aku datang menemuimu di rumah abadi-mu. Rasanya masih tidak percaya, tapi aku ikhlas karena ini ketetapan-Nya. Terima kasih sudah menjadi istri yang luar biasa. Aku janji akan menjaga anak-anak dengan baik, persis seperti yang kamu inginkan. Kami semua sayang kamu. Mereka akan tumbuh dewasa dengan cerita betapa hebatnya ibu mereka. Istirahatlah dengan tenang, biarlah rindu ini aku sampaikan lewat doa di setiap sujudku.
Ia juga memohon kepada Allah agar menerima istrinya dengan penuh kasih sayang. Selain itu, Suryo menyampaikan harapan bahwa cinta dan restu istrinya tetap akan menemani langkah-langkahnya dalam hidup.
Dalam postingan lain, ia menulis:
Jangan pernah berhenti belajar dari kehidupan, karena hidup tidak pernah berhenti memberi pelajaran, termasuk melalui rasa kehilangan yang mendalam. Mengikhlaskan berarti melepaskan genggaman tangan di dunia untuk membiarkan Allah menjaganya di surga. Istirahatlah dengan tenang, aku akan baik-baik saja di sini. Aku akan menjaga amanahmu dan terus menjadi versi terbaik diriku.
Permintaan Maaf dan Tanggung Jawab
Setelah kecelakaan, Muhammad Suryo tidak hanya berduka atas kehilangan istrinya, tetapi juga meminta maaf kepada korban lain yang terlibat dalam kecelakaan. Korban tersebut adalah Abdullah dan anaknya, Deva, yang mengendarai motor Jupiter MX.
Suryo menyambangi keluarga Abdullah di Wates sebagai bentuk tanggung jawab. Dalam panggilan video, ia mengucapkan permintaan maaf secara langsung. Keduanya saling memaafkan dan sepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai.
“Saya minta maaf ya Pak kalau ada salah ya,” ucap Suryo.
“Sama-sama Pak. Saya juga mohon maaf ya Pak,” jawab Abdullah.
Selain itu, Suryo menyatakan niat untuk menjaga hubungan silaturahmi dengan keluarga Abdullah. Ia juga berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya pengobatan bagi Abdullah dan Deva. Selain itu, pihaknya juga menyerahkan santunan tunai serta satu unit sepeda motor baru kepada Abdullah.
Komitmen untuk Masa Depan Korban
Muhammad Suryo juga berjanji untuk memberikan jaminan masa depan bagi Deva. Ia ingin memberikan beasiswa penuh hingga perguruan tinggi. Ini merupakan bentuk tanggung jawab moral yang ia anggap penting setelah kejadian tersebut.
Dengan langkah-langkah yang ia ambil, Suryo mencoba untuk bangkit dari kesedihan dan membuktikan bahwa ia bersedia bertanggung jawab atas tindakan yang telah terjadi. Meskipun hatinya masih penuh rasa kehilangan, ia berusaha untuk melangkah maju, mengikuti jejak yang ditinggalkan oleh istrinya.
