Daerah  

Akses Air Bersih Perlu Diperluas di Kepulauan dan Wilayah Terpencil

Tantangan Pemerataan Akses Air Bersih di Indonesia

Akses air bersih di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang membuat distribusinya tidak merata. Keterbatasan infrastruktur, kualitas sumber air, dan kondisi geografis menjadi faktor utama yang menyebabkan kesenjangan antar wilayah. Meskipun akses terhadap air minum layak telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, perbedaan antara daerah perkotaan dan perdesaan masih terlihat jelas.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), meski peningkatan terjadi, masalah akses air minum yang layak masih menjadi isu penting. Di sejumlah daerah, masyarakat masih harus menempuh jarak jauh atau bergantung pada sumber air yang kualitasnya belum terjamin. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kesehatan, tetapi juga berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.

World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa akses terhadap air minum aman merupakan salah satu faktor kunci dalam mencegah penyakit berbasis lingkungan. Dengan adanya kebutuhan akan air minum yang layak, banyak inisiatif nonpemerintah mulai bermunculan untuk membantu menjawab kebutuhan tersebut.

Inisiatif Nonpemerintah dalam Penyediaan Air Minum

Salah satu contoh inisiatif tersebut adalah program distribusi air minum gratis yang dilakukan secara rutin di berbagai kota, terutama bertepatan dengan momentum Hari Air Sedunia. Program ini memberikan gambaran nyata tentang kondisi di lapangan. Dalam distribusi yang dilakukan pada 15 Maret 2026, sebanyak 1,9 juta liter air minum disalurkan ke 46 kota, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat akan akses air minum yang terjangkau.

Distribusi tersebut menjangkau 766 gerai di 15 provinsi. Volume air yang disalurkan setara dengan lebih dari 100 ribu galon. Skala distribusi ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih bergantung pada inisiatif nonpemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Meski mampu memberikan akses cepat, program semacam ini dinilai masih bersifat jangka pendek dan belum menyentuh akar persoalan secara menyeluruh.

Direktur PT Biru Semesta Abadi, Yantje Wongso, menilai penyediaan air minum yang aman memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa upaya memperluas akses air layak perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Air minum yang sehat dan aman merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup. Akses terhadap air layak perlu terus diperluas,” ujarnya.

Peran Sektor Swasta dan Tantangan yang Dihadapi

Sejumlah pengamat menilai keterlibatan sektor swasta dapat menjadi pelengkap, terutama dalam menjangkau masyarakat yang belum terlayani. Namun, peran tersebut tidak dapat menggantikan tanggung jawab utama negara dalam memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Pemerintah menargetkan peningkatan akses air minum layak sebagai bagian dari komitmen terhadap United Nations melalui agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Meski demikian, capaian di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran hingga kompleksitas wilayah Indonesia yang luas dan beragam.

“Tanpa upaya yang terintegrasi, kesenjangan akses air berpotensi terus berlanjut dan menjadi hambatan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Yantje.

Di sisi lain, pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam penyediaan air minum dan sanitasi. Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menyatakan bahwa air bersih dan sanitasi merupakan pondasi penting dalam pencegahan stunting dan peningkatan kualitas hidup.

“Air bersih dan sanitasi bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga pondasi penting dalam pencegahan stunting serta peningkatan taraf hidup masyarakat,” ujarnya saat menerima kunjungan UNICEF.

Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Sebagai bagian dari penguatan kebijakan, pemerintah merencanakan penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Infrastruktur Daerah, termasuk sektor air minum dan air limbah pada 2025. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat arah pembangunan air bersih dan sanitasi secara nasional.

Dengan langkah-langkah yang diambil, pemerintah berharap dapat mengurangi kesenjangan akses air bersih dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, perlu adanya kerja sama yang lebih intensif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat agar target yang ditetapkan dapat tercapai secara optimal.


Exit mobile version