Keluarga berduka, tiga jenazah TNI gugur di Lebanon diantar pulang

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon tiba di Bandara Soekarno-Hatta dengan suasana isak tangis keluarga. Kapten Inf Zulmi, Sertu Muhammad Nur, dan Praka Farizal gugur akibat serangan ledakan dan bom pinggir jalan saat bertugas di Lebanon Selatan. Kehadiran ketiga prajurit tersebut disambut oleh isak tangis histeris dari keluarga yang tak kuasa menahan kesedihan.

Jenazah tiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas di Lebanon tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu sore. Di ruang persemayaman, keluarga almarhum tampak memeluk erat peti jenazah sambil mengusap bendera merah putih yang menyelimuti jenazah. Salah seorang keluarga almarhum terlihat mengatakan, “Ayah, ayah katanya mau pulang.” Ucapan itu menjadi puncak kesedihan keluarga yang kehilangan anggota terdekatnya.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memberikan penghormatan terakhir dan takziah langsung di ruang VIP Bandara Soekarno-Hatta. Takziah dilakukan di ruang VIP Roam, tempat ketiga jenazah disemayamkan begitu tiba di Indonesia. Sejumlah persiapan telah dilakukan di ruang persemayaman, termasuk penempatan foto ketiga almarhum dengan karangan bunga di belakangnya.

Kronologi Kejadian

Ketiga prajurit TNI yakni Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur, dan Praka Farizal Rhomadhon gugur setelah terkena ledakan di Lebanon Selatan. Mereka berada di Lebanon sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Praka Farizal gugur setelah adanya serangan ke posisi UNIFIL di Adchit Al Qusayr, Lebanon, pada 29 Maret 2026. Pada hari berikutnya, yaitu 30 Maret 2026, Kapten Zulmi dan Sertu Ikhwan gugur setelah kendaraan mereka dihancurkan bom pinggir jalan di dekat Bani Hayyan, Lebanon.

Komandan Brigade Infantri (Danbrigif) 25/Siwah Kodim Iskandar Muda (IM) Aceh, Kolonel Inf Dimar Bahtera, menjelaskan bahwa Praka Farizal gugur saat sedang menjalankan ibadah shalat Isya. Artileri yang diluncurkan Israel jatuh di dekat masjid yang menjadi lokasi Praka Farizal menunaikan shalat. Pecahan artileri itu mengenai tubuh Praka Farizal dan membuatnya terluka parah.

Setelah peristiwa tersebut, jenazah Praka Farizal dievakuasi ke East Sector Headquarters (HQ) UNIFIL. Di lokasi tersebut, dilakukan shalat jenazah serta penghormatan dari rekan satu regu Praka Farizal. Nantinya, jenazah akan dievakuasi ke rumah sakit di Beirut untuk dilakukan autopsi standar.

Sementara itu, Kapten Zulmi dan Sertu Ichwan gugur ketika tengah melakukan konvoi UNIFIL di Lebanon. Mereka bertugas mengawal konvoi dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. Di tengah perjalanan, terjadi ledakan yang menimbulkan dua personel gugur.

Penyebab Ledakan Masih Dalam Investigasi

Menurut Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi. Ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya dua prajurit TNI. Namun, penyebab kendaraan yang ditumpangi meledak masih belum diketahui secara pasti.

Aulia menegaskan pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari UNIFIL. “Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut, UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa TNI terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *