Bisnis  

Beban Whoosh Picu Kerugian Rp 1,8 Triliun Tahunan, Utang Rp 5,2 T Menghantui WIKA

Proyek Kereta Cepat Whoosh Menimbulkan Beban Finansial Berat bagi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)

Proyek Kereta Cepat Whoosh, yang dulu menjadi simbol modernisasi transportasi di Indonesia, kini menimbulkan tantangan serius bagi salah satu BUMN pelaksananya, yaitu PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan ini mengalami kerugian besar akibat beban proyek yang belum terselesaikan.

Klaim Cost Overrun yang Masih Menggantung

WIKA mengungkapkan bahwa pihaknya masih memiliki klaim cost overrun sebesar Rp 5,02 triliun terkait proyek Kereta Cepat Whoosh. Nilai tersebut merupakan utang yang belum dibayarkan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), mitra dari proyek tersebut. Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menjelaskan bahwa saat ini penyelesaian atas klaim tersebut tengah memasuki tahap mediasi antara kedua pihak.

“Kita sedang dimediasi. Jadi, sedang tahap proses mediasi. Sehingga, sementara untuk yang SIAC ditunda dulu. Sebisa mungkin antara WIKA dan KCIC melalui mediasi,” ujarnya pada Senin (6/4/2026).

Arbitrase Dihentikan Sementara

Sebelumnya, WIKA telah membawa perkara ini ke jalur arbitrase internasional melalui Singapore International Arbitration Centre (SIAC) sejak 31 Desember 2024. Namun, kedua belah pihak sepakat untuk menunda proses tersebut dan memilih jalur mediasi sebagai upaya mencari solusi yang lebih cepat dan saling menguntungkan.

Langkah ini menunjukkan adanya keinginan untuk menyelesaikan persoalan tanpa harus melalui proses hukum yang panjang dan kompleks di tingkat internasional. Mediasi diharapkan bisa memberikan hasil yang lebih efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kerugian Tahunan yang Terus Menggerus Keuangan

Selama penyelesaian belum tercapai, WIKA masih harus menanggung dampak finansial dari proyek tersebut. Agung mengungkapkan bahwa perusahaan mengalami kerugian tahunan yang tidak kecil. “Perseroan harus mengalami kerugian sebesar Rp 1,7 triliun-Rp 1,8 triliun setiap tahun terkait proyek tersebut,” jelasnya.

Beban ini berasal dari kewajiban keuangan yang muncul akibat keterlibatan WIKA dalam proyek strategis tersebut, yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan dari sisi pembayaran.

Tantangan Besar di Tengah Proyek Strategis

Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi WIKA dalam menjaga stabilitas kinerja keuangan. Di satu sisi, perusahaan tetap terlibat dalam berbagai proyek besar nasional. Di sisi lain, tekanan dari beban proyek Whoosh terus membayangi.

Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa berbagai langkah penyehatan keuangan terus dilakukan, termasuk melalui restrukturisasi dan strategi perbaikan kinerja. Kini, harapan besar tertumpu pada proses mediasi yang sedang berlangsung. Jika berhasil, kesepakatan tersebut diharapkan mampu menyelesaikan kewajiban pembayaran yang selama ini menjadi beban berat bagi perusahaan.

Proyek Whoosh: Simbol Kemajuan dengan Pekerjaan Rumah yang Masih Ada

Sementara itu, proyek Kereta Cepat Whoosh tetap menjadi simbol kemajuan, meski di baliknya masih menyisakan pekerjaan rumah besar dalam aspek keuangan yang belum sepenuhnya rampung.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *