JAKARTA — Sejumlah saham mengalami penurunan harga yang signifikan dan masuk dalam daftar top losers sepanjang sepekan perdagangan pada periode 30 Maret hingga 2 April 2026. Beberapa emiten seperti DATA, PPRE, hingga SSTM menjadi bagian dari daftar tersebut.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), selama sepekan perdagangan, saham PT Remala Abadi Tbk. (DATA) yang terafiliasi dengan Grup Djarum menjadi yang paling terpuruk. Saham ini anjlok sebesar 39,94% atau 1.450 poin ke level Rp2.180 per saham. Disusul oleh PT PP Presisi Tbk. (PPRE), sebuah perusahaan BUMN, yang turun 38,69% atau 65 poin ke posisi Rp103 per saham.
Berikutnya, saham PT Trimitra Prawara Goldland Tbk. (ATAP) terkoreksi sebesar 32,94% ke level Rp456 per saham. Diikuti oleh PT Wijaya Cahaya Timber Tbk. (FWCT) yang melemah 27,56% ke posisi Rp92 per saham. Selanjutnya, saham PTSN terkoreksi 20,63% ke level Rp300 per saham, disusul LCKM yang turun 19,67% ke posisi Rp98 per saham.
Di posisi berikutnya, FMII turun 19,57%, TRUK melemah 18,52%, saham FITT terkoreksi 18,30%, dan terakhir adalah saham industri tekstil SSTM yang melemah 17,93% ke posisi Rp595 per lembar.
Daftar 10 Saham Paling Turun Sepekan
| Kode | Last Week | This Week | Change | % |
|---|---|---|---|---|
| DATA | 3,630 | 2,180 | -1,450 | -39.94% |
| PPRE | 168 | 103 | -65 | -38.69% |
| ATAP | 680 | 456 | -224 | -32.94% |
| FWCT | 127 | 92 | -35 | -27.56% |
| PTSN | 378 | 300 | -78 | -20.63% |
| LCKM | 122 | 98 | -24 | -19.67% |
| FMII | 276 | 222 | -54 | -19.57% |
| TRUK | 270 | 220 | -50 | -18.52% |
| FITT | 306 | 250 | -56 | -18.30% |
| SSTM | 725 | 595 | -130 | -17.93% |
IHSG Turun 0,99% Selama Seminggu
Kemerosotan harga saham-saham tersebut turut memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selama sepekan perdagangan 30 Maret hingga 2 April 2026, IHSG tercatat turun 0,99% ke level 7.026,78. Penurunan ini diikuti oleh penurunan nilai kapitalisasi pasar.
Berdasarkan data mingguan BEI, IHSG secara kumulatif turun 70,27 poin dari posisi penutupan pekan lalu di angka 7.097,05. Kapitalisasi pasar juga mengalami penurunan sebesar 1,69%, dari Rp12.516 triliun menjadi Rp12.305 triliun.
Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) juga mengalami penurunan sebesar 36,69%. RNTH tercatat berada di angka Rp23,32 triliun pada kurun 25–27 Maret 2026, namun turun menjadi Rp14,77 triliun pada pekan ini.
Pergerakan pasar saham yang negatif ini menunjukkan adanya tekanan pada investor, baik dari faktor eksternal maupun internal. Namun, setiap pergerakan pasar memiliki alasan dan dinamika tersendiri. Oleh karena itu, para investor perlu tetap waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.












