Israel Menyebut Rudal Hizbullah Salah Sasaran Sebanyak 165 Kali
Pasukan militer Israel (IDF) mengklaim bahwa rudal yang ditembakkan oleh Hizbullah dari Lebanon selatan sering kali salah sasaran. Klaim ini disampaikan pada Minggu (5/4/2026), di mana IDF menyatakan bahwa sekitar 165 peluncuran roket oleh organisasi teroris Hizbullah telah jatuh di dalam atau di dekat posisi UNIFIL.
Menurut informasi yang diberikan oleh IDF, rudal-rudal tersebut sebenarnya ditujukan kepada pasukan Israel. Namun, karena kesalahan dalam pengiriman, beberapa rudal akhirnya menyerang markas UNIFIL di Lebanon. Hal ini memicu kekhawatiran akan keselamatan para prajurit perdamaian internasional yang bertugas di wilayah tersebut.
Insiden Rudal Hizbullah yang Menewaskan Tiga Pasukan TNI
Sebelumnya, pada Senin (30/3/2026), rudal Hizbullah menyerang markas UNIFIL di Lebanon. Serangan ini berdampak fatal, dengan tiga pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur dalam insiden tersebut. Jenazah ketiga korban sudah dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu (4/4/2026).
Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam serangan Hizbullah yang menargetkan markas UNIFIL. Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa insiden seperti ini seharusnya tidak terjadi. Ia menekankan pentingnya jaminan keamanan bagi para prajurit penjaga perdamaian.
“Ini adalah misi perdamaian. Insiden seperti ini seharusnya tidak terjadi. Harus ada jaminan keamanan bagi para prajurit penjaga perdamaian,” ujar Sugiono saat menerima jenazah TNI yang gugur akibat serangan Hizbullah.
DK PBB Mengecam Serangan Hizbullah di Markas UNIFIL
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) juga mengecam serangan Hizbullah yang menargetkan markas UNIFIL di Lebanon. Mereka turut berduka atas kematian tiga prajurit TNI dan mendoakan kesembuhan bagi para korban luka.
“Para anggota Dewan Keamanan (PBB) menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam kepada keluarga para korban serta kepada Indonesia. Mereka mendoakan kesembuhan yang cepat dan sepenuhnya bagi mereka yang terluka,” bunyi pernyataan resmi DK PBB.
Selain itu, DK PBB memberikan penghormatan atas dedikasi dan pengabdian semua pasukan penjaga perdamaian PBB yang mempertaruhkan nyawa mereka demi perdamaian dan keamanan internasional. Mereka juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada negara-negara penyumbang pasukan UNIFIL.

IDF Berkoordinasi dengan UNIFIL untuk Mencegah Serangan
Untuk mencegah serangan serupa dari Hizbullah, IDF mengatakan telah berkoordinasi dengan semua prajurit UNIFIL di Lebanon. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap peluncuran rudal dari Hizbullah tidak kembali salah sasaran dan membahayakan personel UNIFIL.
“Hizbullah secara sistematis melanggar hukum internasional sambil membahayakan pasukan internasional dan melukai personel PBB. IDF terus menjaga koordinasi dengan pasukan UNIFIL di daerah tersebut,” bunyi pernyataan IDF dalam sebuah unggahan di laman X.

Hizbullah Gempur Israel dengan 130 Rudal
Beberapa hari sebelum insiden di UNIFIL, Hizbullah melakukan serangan besar-besaran terhadap Israel dengan melepaskan sekitar 130 rudal. Serangan ini memicu respons tegas dari pihak Israel, termasuk ancaman langsung dari Menteri Pertahanan Israel kepada Ketua Hizbullah.
“Kamu akan masuk neraka bersama Iran,” kata Menteri Pertahanan Israel dalam pernyataannya. Peringatan ini menunjukkan tingkat ketegangan yang semakin meningkat antara kedua pihak.












