Vice Presiden AS dan Iran Umumkan Perkembangan Terkini Perdamaian

Perkembangan Negosiasi Gencatan Senjata dengan Iran

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, baru saja mengungkapkan perkembangan terbaru dalam negosiasi gencatan senjata dengan Iran. Setelah kembali dari Pakistan pada Sabtu (11/4/2026), Vance menggelar konferensi pers di Gedung Putih, Washington, AS. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan situasi terkini dari negosiasi yang berlangsung di Islamabad.

Menurut Vance, isi dari negosiasi tersebut bersifat rahasia dan tidak akan dibagikan secara umum. Namun, ia menyampaikan satu hal penting yang tidak bisa ditawar oleh pihak AS. Yakni, Iran harus menghentikan proyek senjata nuklir mereka. Selain itu, Iran juga dilarang mendapatkan akses yang memungkinkan pengembangan senjata nuklir.

“Faktanya, kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya mendapatkan senjata nuklir, dan mereka tidak akan berupaya mendapatkan alat-alang yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat memperoleh senjata nuklir,” ujar Vance dalam pernyataannya.

Perspektif Iran atas Negosiasi

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menjelaskan bahwa diplomasi bagi Iran adalah kelanjutan dari jihad suci para pembela tanah air mereka. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah melupakan pengalaman pengingkaran janji serta itikad buruk Amerika Serikat dalam sejarahnya.

Baghaei juga menyoroti bahwa Iran tidak akan memaafkan kejahatan-kejahatan keji yang dilakukan AS dan rezim Zionis dalam perang-perang yang dipaksakan kepada Iran sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa hari ini merupakan hari yang panjang dan penuh aktivitas bagi delegasi Republik Islam Iran di Islamabad.

Selama perundingan intensif yang dimulai sejak pagi hari Sabtu, upaya baik dan mediasi Pakistan telah membantu proses negosiasi berjalan tanpa henti. Berbagai pesan dan dokumen telah dipertukarkan antara kedua pihak. Para perunding Iran disebut memanfaatkan seluruh kemampuan, pengalaman, dan pengetahuan mereka untuk melindungi hak dan kepentingan Iran.

Tekad Iran yang Kuat

Duka atas kehilangan para tokoh, orang-orang terkasih, dan sesama warga Iran justru semakin menguatkan tekad mereka dalam memperjuangkan hak dan kepentingan bangsa Iran. Mereka memastikan tidak ada apa pun yang dapat dan boleh menghalangi mereka dalam menjalankan misi besar historis terhadap tanah air tercinta dan peradaban mulia Iran.

Republik Islam Iran juga memastikan akan bertekad untuk menggunakan seluruh instrumen, termasuk diplomasi, demi menjamin kepentingan nasional dan menjaga kepentingan negara. Dalam 24 jam terakhir, Iran dan AS telah melakukan pembahasan mengenai berbagai aspek isu utama dalam perundingan, termasuk Selat Hormuz, isu nuklir, kompensasi perang, pencabutan sanksi, serta penghentian total perang terhadap Iran dan di kawasan.

Keberhasilan Proses Diplomasi

Iran memastikan keberhasilan proses diplomatik ini bergantung pada keseriusan dan itikad baik pihak lawan, serta pada penghindaran tuntutan berlebihan dan tidak sah, serta pengakuan atas hak-hak yang sah dan kepentingan legitim Iran. Selain itu, Iran juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan rakyat Republik Islam Pakistan yang hangat dan terhormat atas penyelenggaraan perundingan serta upaya baik mereka dalam memajukan proses ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *