7 Pelaku Pengeroyokan Diburu, Detik-Detik Pria Dianiaya dan Dibakar di Pelabuhan Benoa

Penyelidikan Terhadap Kelompok Pelaku Pengeroyokan Brutal yang Menewaskan Dua Orang

Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Denpasar dan Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa saat ini sedang melakukan penyelidikan intensif terhadap kelompok pelaku pengeroyokan brutal yang menewaskan dua orang, HA (28) dan Egi. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat 10 April 2026 dini hari.

Polisi telah mengidentifikasi bahwa jumlah pelaku mencapai tujuh orang, yang saat ini masih dalam status buron. Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., MH., menyatakan bahwa personel lapangan telah dikerahkan untuk melacak keberadaan para pelaku yang melarikan diri setelah melakukan aksi sadis di area rawa depan Restoran B Sirip Tuna Biru.

“Saat ini tim sedang di lapangan melakukan penyelidikan intensif. Para pelaku yang diperkirakan berjumlah 6 sampai 7 orang ini menggunakan sepeda motor saat beraksi dan kini sedang kami buru,” tegas Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Peristiwa ini bermula dari detik-detik mencekam yang dimulai sekitar pukul 02.30 WITA. Berdasarkan keterangan saksi selamat, Budi Listiyono, ia bersama kedua korban awalnya sedang minum di kawasan Benoa. Suasana berubah saat mereka berniat menambah stok minuman. Menggunakan jasa ojek daring, mereka menuju TL Pesanggaran, namun karena tidak ada warung yang buka, ketiganya memutuskan turun dan berjalan kaki kembali ke arah Benoa.

Nahas terjadi saat mereka tiba di depan Restoran B Sirip Tuna Biru. Secara mendadak, rombongan pelaku datang menggunakan sejumlah sepeda motor. Tanpa basa-basi, para pelaku langsung mengepung dan menyerang ketiga pria tersebut secara membabi buta.

“Para pelaku langsung memukul dan mengeroyok korban. Saksi Budi berhasil meloloskan diri dengan berlari ke arah belakang restoran dan bersembunyi, namun kedua rekannya tertinggal di lokasi dan menjadi sasaran para pelaku,” ujar Iptu Adi.

Kekejaman kelompok ini mencapai puncaknya sekitar pukul 04.30 WITA. Sementara itu, Yos Barliansyah, yang berada di dekat lokasi, mendengar kegaduhan dan melihat pemandangan mengerikan dari arah jalan. Ia menyaksikan sejumlah orang tengah membakar tubuh korban di tengah kegelapan sebelum akhirnya para pelaku melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).

Sekitar pukul 05.00 WITA, petugas kepolisian yang menerima laporan dari Pecalang Banjar Pesanggaran tiba di lokasi dan menemukan kobaran api masih menyala di area rawa. Saat dilakukan olah TKP, polisi menemukan HA dalam kondisi luka bakar serius di punggung dan tangan serta luka robek di kepala. Sementara Egi ditemukan tanpa baju dengan luka robek di pinggang dan wajah.

Di lokasi, polisi mengamankan barang bukti vital berupa potongan kayu balok sepanjang 35 cm yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, serta botol bekas bahan bakar yang telah meleleh sebagai alat untuk membakar para korban.

“Unit Reskrim terus mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk segera meringkus seluruh pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatan keji mereka,” pungkas Iptu Adi.


Exit mobile version