Hukum  

Operasi Zebra Tinombala 2025 Dilaunching Polres Parigi Moutong

Operasi Zebra Tinombala 2025 Dimulai, Fokus pada Keselamatan dan Kepedulian

Di bawah terik matahari Senin pagi, halaman Mapolres Parigi Moutong dipenuhi barisan pasukan yang berpakaian rapi dan berjalan dengan langkah tegas. Apel gelar pasukan Operasi Zebra Tinombala 2025 dibuka secara serentak di seluruh jajaran Polda Sulteng, menandai dimulainya operasi lalu lintas tahunan yang menjadi barometer kesiapan keamanan menjelang akhir tahun.

Operasi yang berlangsung dari tanggal 17 hingga 30 November ini dipimpin oleh Kapolres Parigi Moutong, AKBP Dr. Hendrawan A.N., S.I.K., M.H. Dalam amanatnya, ia menyampaikan bahwa operasi tahun ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum penting untuk mempertegas komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di jalan raya. “Kamseltibcarlantas bukan hanya slogan, tetapi tanggung jawab moral dan profesional kita,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Kapolres menyebut capaian tahun sebelumnya yang menunjukkan dinamika yang kontras. Meski angka kecelakaan menurun dari 35 menjadi 33 kasus, jumlah korban jiwa justru meningkat sebesar 25 persen. Data itu, kata Kapolres, bukan hanya angka statistik, tetapi representasi nyawa manusia yang hilang dan keluarga yang berduka. “Ini menjadi alarm bagi kita semua untuk bekerja lebih cermat dan manusiawi,” tegasnya.

Tema Operasi Zebra Tinombala 2025

Operasi Zebra Tinombala 2025 mengusung tema besar:

“Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Operasi Lilin 2025.”

Tema ini tidak hanya menegaskan tujuan akhir pengamanan Natal dan Tahun Baru, tetapi juga menggambarkan komitmen Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis.

Personel yang Dikerahkan

Sebanyak 728 personel dari seluruh jajaran Polda Sulteng dikerahkan, termasuk dari Polres Parigi Moutong. Mereka tidak hanya disiapkan untuk melakukan penindakan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai keselamatan berkendara. Penegakan hukum kini telah diperkuat oleh teknologi, terutama melalui sistem ETLE statis dan mobile, sebagai upaya mengurangi kontak langsung yang berpotensi melahirkan gesekan.

Prioritas Pelanggaran yang Ditindak

Tiga jenis pelanggaran menjadi prioritas penindakan tahun ini:

  • Pengendara di bawah umur dan pelanggaran kasat mata seperti berboncengan lebih dari satu orang serta penggunaan ponsel saat berkendara
  • Ketidakpatuhan penggunaan helm dan sabuk keselamatan
  • Pelanggaran yang membahayakan publik seperti knalpot bising, kecepatan berlebih, dan berkendara dalam pengaruh alkohol

Semua kategori itu, kata Kapolres, adalah “pembunuh senyap” yang sering diremehkan masyarakat.

Etika dan Integritas Aparat

Dalam amanatnya, Kapolres Hendrawan juga kembali menegaskan pentingnya etika dan integritas aparat selama operasi berlangsung. Ia meminta seluruh personel menjauhi pungutan liar dan praktik KKN, sembari mengingatkan bahwa citra institusi bertumpu pada tindakan kecil yang dilakukan di lapangan. “Kita hadir bukan untuk menakuti, tetapi untuk melindungi,” katanya.

Fokus pada Patroli dan Interaksi dengan Masyarakat

Selain penindakan, patroli pada titik rawan kecelakaan dan kemacetan juga menjadi fokus. Deteksi dini kerawanan, pengaturan arus, hingga interaksi langsung dengan masyarakat disebut sebagai langkah krusial untuk menciptakan rasa aman yang berkelanjutan. Kapolres menilai bahwa pendekatan humanis akan menjadi kunci keberhasilan operasi.

Pesan Kapolres

Dalam suasana apel yang berlangsung khidmat itu, pesan Kapolres mengemuka dengan nada yang lugas namun menyentuh: “Jadilah polisi yang bukan hanya dihormati, tetapi juga dicintai masyarakat.” Pesan ini disambut dengan komitmen para personel yang berdiri tegap, mencerminkan kesungguhan tugas yang menanti.

Penutupan Apel Gelar Pasukan

Apel gelar pasukan ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh personel diberikan kesehatan, keselamatan, dan keteguhan hati dalam menjalankan operasi yang akan mewarnai aktivitas masyarakat selama dua pekan mendatang. Sebuah pengingat bahwa di balik seragam dan prosedur, terdapat dedikasi untuk menjaga nyawa dan ketertiban di jalanan Parigi Moutong dan seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Exit mobile version