ciptawarta.com – Topan Shanshan, juga dikenal sebagai topan monster, telah menghantam barat daya Jepang sejak Kamis dan memaksa jutaan orang untuk mengungsi dari rumah mereka. Badai ini membawa angin kencang dan hujan deras yang telah menyebabkan pemadaman listrik, kekacauan lalu lintas udara, dan penutupan pabrik-pabrik besar. Hingga saat ini, tiga orang dilaporkan tewas dan banyak lainnya terluka karena dampak dari badai yang diprediksi oleh pihak berwenang sebagai salah satu badai terkuat yang pernah melanda negara tersebut.
Para produsen mobil seperti Toyota, Nissan, dan Honda, serta perusahaan semikonduktor Renesas, Tokyo Electron, dan Rohm, telah menghentikan produksi di beberapa pabrik mereka karena dampak dari badai tersebut. Seorang karyawan rumah duka, Tomoki Maeda, mengalami kejadian yang menakutkan saat ia berada di dalam mobil jenazah ketika badai menerjang kota Miyazaki di Kyushu selatan. Menurutnya, angin kencang dan tornado yang terjadi merupakan hal yang belum pernah ia alami sebelumnya dalam hidupnya.
Dengan kekuatan angin mencapai 50 meter per detik (180 km per jam), yang cukup kuat untuk menerjang truk yang sedang melaju, badai tersebut saat ini berada di dekat kota Unzen di Prefektur Nagasaki dan bergerak ke arah utara. Lebih dari 200.000 rumah tangga di tujuh prefektur dilaporkan tidak mendapatkan pasokan listrik pada sore hari, menurut Kyushu Electric Power Co. Namun, perusahaan utilitas tersebut menyatakan bahwa tidak ada dampak yang signifikan pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Sendai di kota Satsumasendai, tempat badai tersebut pertama kali mendarat pada hari Kamis.










