Informasi Terpercaya dan Terkini
News, Sport  

China 2 vs 1 Indonesia, Siapa yang Patut Disalahkan?

China 2 vs 1 Indonesia, Siapa yang Patut Disalahkan

CIPTAWARTA.COM – Timnas Indonesia mengalami kekalahan perdana atas tuan rumah China dalam lanjutan ronde ketiga kualifikasi piala dunia. Timnas Indonesia takluk dengan skor 2-1 dengan gol balasan yang dicetak oleh Profesor Thom Haye di menit akhir waktu normal babak kedua.

China unggul dua gol pada babak pertama melalui pemain Behram Abduwelli dan Yuning Zhang memanfaatkan kesalahan pemain belakang Timnas Indonesia. Setelah tertinggal dua gol, Timnas Indonesia mulai mengurung pertahanan China.

Hingga babak pertama berakhir, Timnas Indonesia masih belum mampu menembus pertahanan rapat dari China.

Di babak kedua, Shin Tae Yong melakukan beberapa perubahan dengan memasukkan Thom Haye, Marselino Ferdinan, dan Rizki Ridho. Mereka menggantikan Shayne Pattynama, Mees Hilgers, dan Witan Sulaeman yang kurang perform saat babak pertama.

Sepanjang babak kedua berjalan, Timnas Indonesia terus menggempur tembok pertahanan China, sehingga China hanya mampu mendapatkan 20% penguasaan bola. Akhirnya Indonesia bisa membobol gawang China pada menit ke 86 melalui Prof Thom Haye memanfaatkan kemelut didepan gawang hasil lemparan jauh Pratama Arhan.

Meskipun memiliki banyak peluang, Timnas Indonesia hanya mampu membalas satu dari ketinggalan dua gol China. Akhirnya Timnas Indonesia merasakan kekalahan perdana setelah tiga pertandingan sebelumnya belum pernah kalah.

Dengan hasil ini, Timnas Indonesia masih tertahan di peringkat 5 klasemen dan masih berada dibawah Bahrain serta unggul selisih gol atas China. Siapa yang patut disalahkan atas kekalahan perdana ini yang seharusnya Timnas Indonesia bisa meraih 3 poin?

Lalu Siapa yang Patut Disalahkan Atas Kekalahan Ini?

Berdasarkan reaksi netizen, Timnas Indonesia kalah karena pelatih Shin Tae Yong menganggap remeh pemain China. STY dianggap terlalu banyak melakukan rotasi sehingga permainan yang sebelumnya sudah padu, kini menjadi sirna.

Ada beberapa pemain yang tidak diduga masuk ke starting line up. Pemain tersebut juga kurang memberikan dampak signifikan untuk permainan Timnas Indonesia.

Namun, Shin Tae Yong memberikan klarifikasi bahwa ia tidak menduga China akan bermain menggunakan taktik klasik ‘Kick and Rush’.

Ketua PSSI Erick Thohir juga akan melakukan evaluasi untuk Timnas Indonesia jika sudah tiba di tanah air.

“Kita harus terus mendukung Timnas Indonesia di kala menang maupun kalah. Sepulang mereka dari China akan mengadakan evaluasi”, ujar Erick Thohir melalui halaman Instagram nya.

Timnas Indonesia harus melupakan kekalahan ini dan bersiap untuk menghadapi dua raksasa Asia, yaitu Jepang dan Arab Saudi bulan November mendatang. Semoga proses naturalisasi Kevin Diks juga bisa selesai secepatnya agar ia bisa tampil dan membuat pertahanan Timnas Indonesia semakin aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *