News  

Mengupas Potensi Indonesia dari BRICS dan MIKTA

ciptawarta.com – Kehadiran Indonesia sebagai partner country dalam BRICS dapat dianggap sebagai kado diplomasi multilateral bagi pemerintahan Prabowo-Gibran. Dengan kebijakan luar negeri bebas dan aktif, Indonesia telah aktif berpartisipasi dalam diplomasi di tingkat regional dan global. Sebagai anggota ASEAN dan GNB, Indonesia juga menjadi bagian dari G-20 dan BRI/GDI serta anggota OKI sebagai negara muslim terkemuka di dunia.

Bagaimanapun, partisipasi Indonesia dalam organisasi internasional haruslah memiliki tujuan dan target yang jelas. Hal ini penting untuk memastikan bahwa anggaran yang dikeluarkan tidak sia-sia. Terlebih lagi, Presiden Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya jaldis yang dilakukan dengan tujuan dan hasil yang konkret.

BRICS merupakan akronim dari Brasil, Rusia, India, dan China yang dicetuskan oleh ekonom Goldman Sachs pada tahun 2001. Negara-negara BRICS saat ini memiliki total nilai ekonomi mencapai 33,6% dari PDB global dan mewakili 45% dari total populasi dunia. Indonesia sempat dianggap sebagai calon anggota BRICS, namun akhirnya Afrika Selatan yang bergabung dengan BRICS pada tahun 2010.

Indonesia menjadi partner country dalam BRICS dapat dilihat sebagai era baru partisipasi Indonesia dalam organisasi internasional. Meskipun ada yang mempertanyakan keputusan ini, namun kebijakan luar negeri bebas dan aktif Indonesia telah membuatnya menjadi anggota ASEAN, GNB, G-20, BRI/GDI, dan OKI. Dengan demikian, kehadiran Indonesia dalam BRICS dapat dianggap sebagai kado diplomasi multilateral bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *