CIPTAWARTA.COM – Penerbit media Israel, Haaretz, Amos Schocken, menimbulkan kemarahan rezim Zionis setelah ia menyebut para milisi Palestina sebagai pejuang kemerdekaan dalam pidatonya.
Bos media tersebut menolak untuk menyebut para milisi Palestina sebagai “teroris” seperti yang selama ini dipropagandakan oleh rezim Zionis. Bahkan, Schocken menyerukan sanksi terhadap para pemimpin dan pemukim ilegal Israel.
Pembelaan Schocken ini diungkapkan dalam pidatonya di sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh New Israel Fund dan Berl Katznelson Foundation pada tanggal 8 Oktober di Israel, yang diungkapkan melalui saluran YouTube New Israel Fund.
Tak hanya di Israel, Schocken juga menyampaikan pembelaannya pada Palestina dalam sebuah konferensi di London yang dianggap sebagai pidato provokatif oleh rezim Zionis.
Dalam pidatonya pada 8 Oktober, Schocken mengecam pemerintah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang ingin melanjutkan dan memperkuat pemukiman ilegal di wilayah yang dituju untuk Negara Palestina. Ia juga menyoroti kekejaman rezim apartheid yang diterapkan pada penduduk Palestina dan mengabaikan biaya yang dikeluarkan kedua belah pihak untuk mempertahankan pemukiman sambil memerangi pejuang kebebasan Palestina yang disebut sebagai teroris oleh Israel.
Schocken berpendapat bahwa satu-satunya cara untuk memajukan pembentukan Negara Palestina adalah dengan menerapkan sanksi internasional terhadap rezim Zionis Israel. “Negara Palestina harus didirikan, dan satu-satunya cara untuk mencapainya adalah dengan memberlakukan sanksi terhadap para pemimpin dan pemukim Israel di wilayah Palestina yang diduduki,” tegasnya.












