News  

Update bencana Sumatera: 914 korban, wilayah terisolir

Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera: Korban Jiwa Bertambah dan Wilayah Terisolir

Bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa provinsi di Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus menunjukkan dampak besar. Korban jiwa semakin bertambah, banyak wilayah masih terisolir, dan upaya evakuasi serta distribusi logistik terus dilakukan oleh pemerintah dan aparat.

Korban Meninggal dan Hilang Terus Bertambah

Update terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa per Sabtu (6/12), korban tewas telah mencapai 914 jiwa, sedangkan 389 orang masih dinyatakan hilang.

“Bertambah 47 jiwa dari posisi kemarin di 867 jiwa. Jumlah korban meninggal secara total 914 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Kapusdatin BNPB), Abdul Muhari.

Berikut rincian korban jiwa per provinsi:
* Aceh: 359 jiwa
* Sumut: 329 jiwa
* Sumbar: 226 jiwa

Wilayah Terisolir dan Kesulitan Distribusi Bantuan

Akses di sejumlah daerah terdampak bencana masih banyak yang terputus, terutama di sejumlah kecamatan di Sumut dan Sumbar. Sehingga distribusi bantuan sangat sulit.

Contohnya di Kabupaten Tapanuli Utara: Kecamatan Adiankoting dan Kecamatan Parmonangan. Sebuah desa di Kecamatan Adiankotiang hanya bisa dijangkau lewat jalan kaki, sementara bantuan dikirim lewat udara dengan helikopter.

Sementara di Kecamatan Pramonangan, ada 4 desa yang aksesnya terbatas:
* Desa Hutatua
* Desa Manalu Purba
* Desa Batuarimo
* Desa Purba Dolok

Di Sumatera Barat, sejumlah nagari di wilayah Pesisir Selatan, Padang Pariaman, dan Agam juga tercatat terisolir.

Upaya Distribusi Logistik

Karena rekonstruksi akses darat masih berjalan, tim darat dan udara terus menyalurkan logistik: sembako, kebutuhan dasar, hingga bantuan darurat.

“Sudah distribusi bantuan logistik melalui udara dan distribusi melalui jalan kaki oleh TNI,” kata BNPB dalam keterangannya.

Presiden Prabowo Gelar Ratas dan Pengiriman Bantuan Skala Besar

Untuk mempercepat penanganan bencana, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) di kediamannya di Hambalang, Sabtu (6/12). Fokus rapat: percepatan pemulihan jalur akses dan listrik agar suplai bantuan bisa segera dilakukan.

“Bapak Presiden ingin mendapatkan laporan dari seluruh jajaran mengenai update penanganan tanggap darurat bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatra Utara dan Provinsi Sumatera Barat,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dikutip dari keterangan tertulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Dalam ratas tersebut, Presiden memerintahkan seluruh jajaran untuk fokus membuka akses yang terputus dan mempercepat distribusi BBM, logistik, serta perbaikan layanan listrik. Pemerintah juga tidak mengesampingkan kemungkinan kunjungan langsung ke lokasi terdampak jika memungkinkan.

Helikopter Polisi Hover Ketinggian Rendah Distribusikan Bantuan

Di wilayah Aceh Tamiang, Heli Baharkam Polri melakukan distribusi logistik dengan cara melayang (hover) di ketinggian rendah. Mereka mengantisipasi agar bantuan tidak rusak jika dijatuhkan dari ketinggian tinggi.

“Tidak ada tempat aman untuk melakukan droping bantuan. Seluruh area tergenang, lahan kosong berubah menjadi arus deras, dan titik-titik evakuasi tak lagi dapat dijangkau,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (6/12).

Helikopter itu diterbangkan dengan empat personel: AKBP Dian Didik Arvianto sebagai pilot, IPTU Vidya H. Mangundjaya sebagai kopilot, serta Aipda Sanioko dan Bripka Kukuh Wahyu sebagai awak pendukung. Dalam kondisi angin kencang dan jarak pandang terbatas, keputusan manuver harus diambil cepat.

Langkah ini menunjukkan betapa sulitnya kondisi di lapangan — tetapi juga betapa pentingnya bantuan udara demi keselamatan dan penyelamatan warga terdampak.

TNI AD Terjunkan 80 Personel Bersihkan RSUD Aceh Tamiang yang Porak Poranda

Salah satu fasilitas kesehatan di Aceh Tamiang, RSUD Aceh Tamiang, dilaporkan porak-poranda akibat banjir dan longsor. Sebanyak 80 personel TNI AD diterjunkan untuk membersihkan lumpur yang tebal, menyelamatkan peralatan medis serta evakuasi pasien.

“Pembersihan RSUD Tamiang pasca banjir telah dilaksanakan mulai Kamis, 4 Desember 2025 dengan kekuatan 35 orang,” kata Subhi Fitra dalam keterangannya, Sabtu (6/12).

Menurut laporan Subhi Fitra, ketebalan lumpur di sana mencapai 40 cm dan mulai mengeras. Barang-barang yang tersisa pun telah rusak diterjang banjir. Saat ini lantai dua RSUD — yang tidak terendam — masih digunakan untuk merawat pasien, meskipun tidak ada alat medis yang bisa dipakai.

“Menurut keterangan dari Kepala RSUD Tamiang, di lantai 2 yang kebetulan tidak terkena banjir, masih ada pasien dirawat hingga pada saat ini, walaupun tidak ada lagi alat medis yang bisa digunakan,” ujar Subhi Fitra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *