News  

Gempa 2,7 M Guncang Tasikmalaya, Pusat di Laut Menurut BMKG

Gempa Bumi di Wilayah Priangan Jawa Barat

Pada hari Sabtu (13/12/2025), wilayah Priangan Jawa Barat kembali diguncang oleh gempa bumi. Gempa ini terjadi di dua lokasi berbeda, yaitu Tasikmalaya dan Garut, dengan kekuatan yang berbeda pula. BMKG Wilayah II mencatat detail informasi gempa tersebut melalui akun resmi mereka.

Gempa di Tasikmalaya

Gempa pertama terjadi pada pukul 14.40 WIB. Dengan kekuatan Magnitudo 2,7, pusat gempa berada di laut, sekitar 86 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Titik pusat gempa berada pada kedalaman 31 km. Informasi ini diterbitkan oleh BMKG Wilayah II melalui akun X @bmkgwilayah2.

Gempa di Garut

Sebelumnya, pada pagi hari, gempa juga mengguncang Garut. Pada pukul 08.10 WIB, gempa dengan kekuatan Magnitudo 2,9 terjadi. Pusat gempa berada di darat, 5 km Barat Laut Kabupaten Garut, dengan kedalaman 28 km. Informasi ini juga disampaikan oleh BMKG Wilayah II.

Selain itu, pada dini hari, tepatnya pukul 03.46 WIB, terjadi gempa lagi di Garut. Kali ini dengan kekuatan Magnitudo 2,6. Pusat gempa berada di darat, 10 km Selatan Kabupaten Garut, dengan kedalaman 93 km. Informasi ini juga dikirim oleh BMKG Wilayah II melalui akun X mereka.

Gempa Sebelumnya di Garut

Sebelum tanggal 13 Desember, pada hari Selasa (9/12/2025) sore, gempa juga terjadi di Garut. Gempa ini memiliki kekuatan Magnitudo 2,3. Pusat gempa berada di laut, 91 km Barat Daya Kabupaten Garut, dengan kedalaman 10 km. Ini merupakan gempa dangkal.

Skala Gempa MMI

BMKG juga memberikan informasi tentang skala intensitas gempa menggunakan skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Berikut penjelasannya:

  • I MMI: Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
  • II MMI: Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan seperti lampu gantung bergoyang.
  • III MMI: Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Terasa seperti naik di dalam truk yang berjalan.
  • IV MMI: Dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah. Gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik, dan dinding berbunyi.
  • V MMI: Dirasakan oleh hampir semua orang. Orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, dan bandul lonceng bisa berhenti.
  • VI MMI: Dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh, cerobong asap di pabrik rusak, dan kerusakan ringan terjadi.
  • VII MMI: Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada bangunan baik, sedangkan pada bangunan kurang baik terjadi retakan bahkan hancur.
  • VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan kuat, keretakan pada bangunan kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, dan air berubah keruh.
  • IX MMI: Kerusakan pada bangunan kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal.
  • X MMI: Bangunan kayu rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah, rel melengkung, dan longsoran di sungai dan daerah curam.
  • XI MMI: Bangunan sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah, dan pipa dalam tanah tidak dapat digunakan.
  • XII MMI: Hancur total, gelombang tampak di permukaan tanah, pemandangan berubah gelap, dan benda-benda terlempar ke udara.

Tindakan Saat Gempa Terjadi

Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan saat gempa terjadi:

  1. Tetap tenang

    Saat gempa terjadi, tetap tenang dan hindari panik. Tarik napas dalam-dalam, lalu cari tempat aman untuk berlindung.

  2. Di dalam rumah

    Jika sedang berada di dalam rumah, carilah meja sebagai tempat berlindung dari benda yang jatuh. Lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, atau tangan dengan posisi tertelungkup.

  3. Di luar ruangan

    Jika sedang berada di luar ruangan, segera menjauhi gedung dan tiang. Cari area terbuka dan tetap tenang karena bisa saja ada gempa susulan.

  4. Di kerumunan

    Jika sedang berada di kerumunan, ikuti arahan petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat untuk mencari tempat aman.

  5. Di gunung atau dataran tinggi

    Jika sedang berada di gunung, segera menuju area lapang dan hindari daerah dekat lereng karena berisiko longsor.

  6. Di laut

    Gempa di bawah laut bisa menyebabkan tsunami. Jika gempa terjadi, segera bergerak ke dataran yang lebih tinggi.

  7. Di dalam kendaraan

    Jika sedang berkendara, pegang erat agar tidak terjatuh. Berhenti di tempat yang lapang dan jauh dari bangunan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *