ciptawarta.com – Keamanan di fasilitas pelabuhan merupakan aspek krusial dalam menjaga kelancaran operasional serta melindungi aset negara. Hal ini menjadi perhatian serius dalam kegiatan Table Top Exercise FSRT Lampung yang diselenggarakan oleh PT PGN LNG Indonesia (PLI). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Koordinator Recognized Security Organization PT Pertamina Trans Kontinental (RSO PTK) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, Marine Operation Manager PT PGN LNG Indonesia Fajar Kurniawan, Kepala Kantor KUPP Kelas III Pelabuhan Maringgai Wibowo Budiarto, serta perwakilan dari instansi keamanan seperti Kasat Pol Airud Polres Lampung Timur dan Danposal Labuhan Maringgai TNI AL Lampung akhir pecan lalu.
ciptawarta.com – Dalam kesempatan tersebut, Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa menekankan pentingnya kolaborasi antar institusi dalam menjaga keamanan fasilitas pelabuhan. Sebagai gerbang utama arus perdagangan dan logistik, pelabuhan sangat rentan terhadap berbagai ancaman keamanan. Oleh karena itu, kegiatan seperti Table Top Exercise sangat penting untuk memastikan kesiapan semua pihak dalam menghadapi berbagai ancaman.
Dia juga menyoroti pentingnya implementasi ISPS Code (International Ship and Port Facility Security Code) dalam kegiatan tersebut. ISPS Code merupakan standar internasional yang bertujuan untuk mendeteksi dan mencegah ancaman keamanan terhadap kapal dan fasilitas pelabuhan. Kepala KUPP Pelabuhan Maringgai Wibowo Budiarto menegaskan bahwa penerapan ISPS Code menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut.
Marine Operation Manager PT. PGN LNG Indonesia, Fajar Kurniawan, juga menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan semua pihak terkait memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku, termasuk otoritas pelabuhan, perusahaan pengelola fasilitas, dan aparat keamanan. Hal ini penting untuk menjaga keamanan dan integritas fasilitas pelabuhan di Indonesia.
Dengan menguji jaringan komunikasi dan menerapkan prosedur yang sesuai, PT PGN LNG Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap keamanan fasilitas pelabuhan serta kepatuhan terhadap regulasi yang ketat. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan dari berbagai pihak, baik domestik maupun internasional.











