Sosok Raden Nuh, Pengacara yang Menagih Uang Rp250 Juta ke Raffi Ahmad
Raden Nuh, seorang pengacara ternama, kini muncul dan menagih uang sebesar Rp250 juta dari Raffi Ahmad. Ia mengklaim bahwa ia belum menerima bayaran atas jasanya dalam menangani kasus narkoba yang sempat menyeret nama Raffi Ahmad pada tahun 2013 silam.
Latar Belakang Kasus Narkoba Raffi Ahmad
Pada tahun 2013, Raffi Ahmad pernah ditangkap oleh penyidik kepolisian di rumahnya di Lebak Bulus. Dari penggerebekan itu, ditemukan barang bukti berupa linting ganja dan sejenis ekstasi (14 MDMA). Peristiwa ini menjadi salah satu momen penting dalam karier Raffi Ahmad.
Raden Nuh mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam kasus tersebut bermula dari permintaan bantuan Rahmat Harahap, yang saat itu menjadi kuasa hukum Raffi Ahmad sekaligus teman dekatnya. “Sebenarnya itu bukan kita anggap utang lah, karena saya itu membantu itu dulu bukan karena permintaan langsung dari si Raffi,” kata Raden Nuh.
Jejak Karir Raden Nuh
Dikutip dari laman LinkedIn-nya, Raden Nuh adalah Founder & Senior Partner di Kantor Hukum RDA Law Office & Rekan. Sebelum mendirikan kantor hukum, ia membangun karirnya sejak era Orde Baru dengan berbagai profesi:
- PT Asuransi Ramayana Tbk mulai dari HO Claims Manager hingga Manajer cabang dari tahun 1995–2004
- Chief Operation Officer di PT Bosowa Asuransi tahun 2004–2006
- Board of commisioner di PT Pasaraya Life tahun 2006–2009
- Chief Executive Officer di PT Berdikari Insurance Company tahun 2009–2011
- Founder & Senior Lawyer di Kantor Hukum RDA Law Office tahun 2012 hingga sekarang
Sementara itu, jejak pendidikannya mencakup:
- Sarjana Administrasi Publik dari Universitas Sumatera Utara
- Sarjana Hukum dari Universitas Azzahra
- Magister Hukum Bisnis dari Universitas Hasanuddin
Peran Raden Nuh dalam Kasus Narkoba Raffi Ahmad
Raden Nuh menyatakan bahwa ia sudah ada kesepakatan honor dengan pihak pengacara Raffi Ahmad. Ia disebut dijanjikan bayaran sebesar Rp250 juta. “Pada saat itu dia (Rahmat) bilang honor dia dari Raffi itu Rp250 juta. Saya minta juga dong Rp250 juta, udah oke, baru saya oke, Rahmat kasih tahu ke saya, udah oke,” ujar Raden Nuh.
Ia kemudian menjalankan tugasnya untuk membantu memfasilitasi penyelesaian kasus yang menimpa Raffi Ahmad. Raden mengaku telah melakukan tiga kali pertemuan penting di Hotel Bidakara guna mencari solusi terbaik.
“Ada tiga kali pertemuan yang saya lakukan di Bidakara itu sampai pada akhirnya solusinya bagaimana bisa muncul di TV (kasus Raffi) tapi dibawakan sedemikian rupa sehingga ujungnya jelas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Raden menegaskan bahwa perannya saat itu hanya sebatas memfasilitasi proses penyelesaian perkara, bukan sebagai kuasa hukum utama. “Jadi saya itu hanya memfasilitasi agar perkara itu dapat disepakati. Pada saat itu kan yang dimunculkan beberapa bahan aktif kimia yang pada saat itu belum masuk dalam lampiran peraturan UU narkotika,” tambahnya.
Tagihan Honor yang Belum Dibayar
Setelah 12 tahun berlalu, Raden Nuh mengaku honor yang dijanjikan itu tak kunjung dibayar Raffi Ahmad. Meski begitu, ia menyatakan bahwa ia sudah mengikhlaskan hal tersebut. Namun, baru-baru ini ia kembali teringat dengan utang Raffi Ahmad itu saat istrinya tak sengaja bertemu Nagita Slavina.
“Istri saya, mba Dian lagi di Pondok Indah, kebetulan dia melihat ada istrinya (Raffi), Gigi. Kemudian mba Dian langsung datang, kenalkan diri, menyampaikan (soal utang Raffi) tagihan ini,” pungkas Raden Nuh.
Alangkah terkejutnya istri Raden mengetahui respon Nagita saat ditagih utang honor tersebut. Hingga akhirnya cerita tersebut viral di media sosial.
“(Kata Nagita) ‘saya kan dulu belum istrinya’. Lalu disuruh sampaikan ke asistennya (Raffi). Lalu dihubungi ke asisten itu, saya bilang ngapain dihubungi ke asisten,” pungkas Raden Nuh.
Penegasan dan Pernyataan Raden Nuh
Diungkap Raden, ia tidak bermaksud memviralkan soal utang honor Raffi Ahmad itu. Lagipula, Raden Nuh ogah dituduh macam-macam. “Kalau mau bayar, bayar, kalau enggak ya enggak, enggak apa-apa, toh ini hanya masalah moral saja. Orang kalau masih punya utang, ya dia bayar.”
“Tapi kalau dia tidak merasa punya utang enggak bayar ya enggak apa-apa. Saya enggak mau dituduh macam-macam hanya masalah uang Rp200 juta,” imbuh Raden Nuh.
Tegas membantah dirinya hendak panjat sosial dengan Raffi Ahmad, Raden Nuh mengaku dirinya adalah sosok terkenal. “Saya dulu sangat terkenal, saya itu macam 2000, sangat terkenal, saya masukin penjara orang 2000 orang, saya dekat sama penguasa dulu. Sekarang tidak, saya enggak mau pansos, perkara saya banyak sekali. Dibilang pansos ya lucu,” kata Raden Nuh.












