Hukum  

Amsal Sitepu Diancam Jaksa Melalui Brownies, Pesan Tersembunyi: Jangan Gunakan Pengacara

Intimidasi yang Tidak Biasa Terhadap Amsal Sitepu

Sebuah kasus yang sedang berlangsung di pengadilan kini menarik perhatian publik, terutama setelah Amsal Christy Sitepu, seorang videografer, mengklaim dirinya mendapat intimidasi dengan cara yang tidak biasa. Pemaksaan ini dilakukan melalui sebuah kotak kue brownies yang dikirim kepadanya dan ternyata berisi pesan ancaman.

Bentuk Intimidasi yang Unik

Brownies tersebut bukan hanya sekadar hadiah, tetapi menjadi sarana untuk menyampaikan pesan yang meminta Amsal agar tidak meributkan perkara ini. Dalam pesannya, ia diminta untuk tidak menyewa pengacara dan tidak melakukan tindakan yang bisa memperumit situasi. Pesan-pesan seperti ini disebut sebagai bentuk tekanan yang diberikan oleh pihak tertentu.

Pengakuan ini bermula dari istri Amsal yang mengungkapkan bahwa suaminya masih menerima ancaman hingga hari terakhirnya. Ia juga menyebutkan bahwa salah satu orang yang memberikan brownies adalah seorang perempuan. Perempuan itu mengatakan bahwa dia tidak suka jika Amsal membicarakan tentang brownies coklat tersebut. Akibatnya, keluarga Amsal tidak lagi bisa memberikan brownies karena takut akan konsekuensinya.

Kasus yang Melibatkan Amsal Sitepu

Amsal saat ini menjadi terdakwa dalam kasus dugaan mark up proyek video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Ia duduk sebagai Direktur CV Promiseland, sebuah perusahaan yang membuat proposal pembuatan video profil untuk sejumlah kepala desa.

Dalam proposal tersebut, biaya pembuatan video untuk setiap desa ditetapkan sebesar Rp 30 juta. Namun, hasil analisis dari ahli dan auditor inspektorat Kabupaten Karo menunjukkan bahwa harga yang seharusnya adalah sekitar Rp 24,1 juta. Perbedaan ini terjadi pada beberapa poin, seperti konsep/ide, clip on/microphone, cutting, editing, dan dubbling.

Penjelasan Amsal

Amsal mengaku bahwa dirinya adalah seorang profesional videografer dan tidak pernah melakukan mark up anggaran. Ia menegaskan bahwa jika ada mark up, maka proposalnya pasti akan ditolak. “Kalau ada mark up anggaran, tentu saja proposalnya ditolak. Jika ada mark up anggaran, pembayaran gak akan dibayarkan karena pembayaran dilakukan setelah pekerjaan selesai,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa negara saat ini sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Hal ini membuatnya merasa tidak aman dan khawatir terhadap tindakan yang bisa saja dilakukan oleh pihak tertentu.

Respons dari Keluarga

Sementara itu, istri Amsal menegaskan bahwa suaminya tidak bisa dibungkam dengan cara-cara seperti ini. Ia mengatakan bahwa meskipun suaminya diberi brownies, isi pesan di dalamnya sangat tidak pantas. Pesan tersebut meminta Amsal untuk tidak menggunakan pengacara dan tidak meributkan masalah ini.

Ia juga bertanya-tanya berapa banyak orang lain yang telah menerima brownies serupa dengan pesan yang sama. Meski demikian, ia tetap menghargai profesi pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini. Ia menegaskan bahwa keluarga hanya akan menjalankan tugas mereka, sementara sisanya akan diurus oleh Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *